Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Tuesday, April 14, 2015

Indonesia Jadi Surga Kopi Dunia

Channel Kopi - Amerika Serikat (AS) mengakui bahwa Indonesia merupakan surga untuk penikmat kopi. Prediket ini disematkan oleh komunitas kopi spesial di AS ketika melihat 39 jenis varian kopi spesial terbaik yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

"Saking banyaknya varian kopi Indonesia, Indonesia mendapat predikat baru sebagai surga kopi dunia," ungkap Atase Perdagangan Indonesia Washington DC Ni Made Ayu Marthini dalam pameran Specialty Coffee Association of America (SCAA) di AS yang dilansir dari keterangan tertulis Kementerian Perdagangan, Selasa (14/4/2015).

Menurutnya, pengunjung yang datang sangat antusias dalam pameran ini. Ini terlihat dari banyaknya pengunjung yang mendatangi booth Indonesia untuk mencicipi kopi asal Indonesia.

Adapun jenis kopi yang dicicipi para pengunjung dalam pameran ini antara lain Arabica Sumatera Gayo 'Retro', Arabica Blue Java, Arabica Bali Blue Moon, Arabica Malabar Mountain, dan Arabica Kalossi Sulotco.

"Pengunjung cukup antusias dalam kegiatan cupping ini. Mereka sangat tertarik mencicipi varian kopi spesial Indonesia," ujar Made.

Sebelumnya, selain di AS, kopi-kopi asal Indonesia juga pernah disuguhkan dalam pameran kopi di Belgia. Tak kalah dengan di AS, pengunjung pameran di Belgia juga sangat menggandrungi kopi asal Indonesia.

Monday, March 16, 2015

Kopi Arabika Kintamani Miliki Citarasa Khas

Channel Kopi - Kopi jenis arabika yang tumbuh di kawasan wisata Kintamani, Kabupaten Bangli memiliki keunggulan yang diakui konsumennya mancanegara, di antaranya citarasa yang khas, tahan hama penyakit, berbuah lebat serta produktivitas tinggi.

"Kopi arabika Kintamani yang berada di daerah berhawa sejuk itu telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) pada tahun 2014, memang memiliki beberapa keunggulan," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bali Ir. IDM Buana Duwuran M.P di Denpasar, Sabtu.

Dengan masuknya kopi arabika Kintamani sebagai komoditas unggulan nasional, berdampak terhadap prospek pengembangan matadagangan tersebut di masa mendatang, disamping kini sudah menjadi matadagangan ekspor ke Jepang, Eropa dan negara lainnya di belahan dunia.

Produksi kopi Kintamani diharapkan agar bertambah banyak sehingga mampu mengisi lebih banyak pangsa pasar yang ada di pasaan ekspor. Kopi Bali yang ada selama ini dalam perolehan devisanya naik hingga 500 persen tahun 2014, kata Buana Duwuran.

Ia menggambarkan, perdagangan kopi Bali ke pasar ekspor selama 2014 laku terjual sebanyak 240 ton bernilai 1,2 juta dolar AS, naik keras jika dibandingkan dengan periode sama 2013 yang hanya seharga 205 ribu dolar hasil pengapalan 36 ton.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali mencatat, perolehan devisa dari kopi produksi Bali tersebut menyebabkan perolehan devisa dari sektor perkebunan bisa menembus 2,5 juta dolar selama 2014, atau naik 60 persen dari tahun 2013.

Bali baru memperdagangkan tiga jenis hasil perkebunan ke pasaran ekspor selain kopi juga kakao dan ini merupakan mata dagangan jenis baru dari Pulau Dewata dan sudah memasuki pasar mancanegara.

Banyak hal positif bisa dinikmati petani pekebun dengan masuknya kopi arabika Kintamani menjadi unggulan komoditas nasional, kata dia sambil menyebutkan bahwa di Indonesia ada delapan provinsi dijadikan kawasan pengembangan komoditas unggulan nasional meliputi 15 komoditas.

Selain kopi arabika Kinamani untuk Bali, ada tanaman teh, kakao, karet, kelapa sawit, kelapa serta komoditas lainnya. Mengenai luas wilayah khusus untuk kopi arabika Kintamani Bali meliputi 64 wilayah subak abian.

Dengan adanya pengembangan kawasan komoditas unggulan ini, diharapkan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia maupun penggunaan aset alat mesin, termasuk pendayagunaan sumber daya tanaman diharapkan akan terkelola lebih baik.

Menyinggung potensi sumber daya lahan (luas areal kopi arabika) di daerah Bali, menurut Buana Duwuran, untuk Buleleng tercatat 2.714 hektare dengan produksi 932 ton, Bangli 6.600 ha menghasilkan 2.477 ton, Kabupaten Badung 1.413 ha produksi 531 ton.

Monday, October 20, 2014

Tujuh Produk Kopi Indonesia Diakui Pasar Internasional

Channel Kopi - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan, tujuh produk kopi Indonesia diakui oleh dunia internasional. 

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak mengatakan, tujuh single-origin speciality coffee Indonesia yang diakui tersebut adalah Kopi Gayo (Aceh), Kopi Java Preanger (Jawa Barat), Kopi Ijen (Jawa Timur), Kopi Kintamani (Bali), Kopi Bajawa (Flores, NTT), Kopi Toraja (Toraja, Sulsel), dan Kopi Kalosi (Enrekang, Sulsel).

Nus melanjutkan, dalam kegiatan EXPRO on Food Ingredients 2014 yang berlangsung di Prancis dan Jerman, memilih sektor specialty coffee sebagai produk unggulan food ingredients Indonesia.

"Produk ini akan didorong ekspornya secara khusus oleh pemerintah dan asosiasi bekerja sama dengan CBI didasarkan pada unique selling points kopi Indonesia yang memiliki banyak jenis kopi dengan indikasi geografi(single-origin coffee)," jelas Nus dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (19/10/2014).

Peserta Indonesia untuk kegiatan EXPRO on Food Ingredients 2014 terdiri dari 16 perusahaan food ingredients, perwakilan Kementerian Perdagangan cq. Ditjen PEN, perwakilan Kementerian Perindustrian, dan perwakilan Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI).

Keikutsertaan Kementerian Perdagangan bersama dengan Kementerian Perindustrian, AKSI, dan lembaga terkait lainnya dalam kegiatan ini bertujuan memfinalisasi penyusunan dokumen Sector Export Marketing Plan on Specialty Coffee yang merupakan salah satu target dari kerja sama antara Ditjen PEN dan CBI. 

Adapun, 16 perusahaan tersebut adalah perusahaan yang telah lulus seleksi CBI untuk mengikuti CBI Export Coaching Program, yaitu PT Profil Mitra Abadi, PODA Cooperative, Aliet Green, PT Yuasa Berkah Makmur, CV Ateutamount, PT Haraka Kitri Endah, Coffee Luwak of Bintuhan, PT Essaroma Indonesia, PT Gunung Hijau Masarang, CV Gayo Mandiri Coffee, PT Mitra Kerinci, KSU Bale Dana Mesari, PT Visi Karya Agritama, Koperasi Mitra Malabar, PT Latransa Citra, dan CV Inkoi Rajawali.