Showing posts with label budidaya. Show all posts
Showing posts with label budidaya. Show all posts

Friday, June 5, 2015

Penyakit Kopi Yang Pengaruhi Produksi

Channel Kopi - Dalam budidaya tanaman kopi, dikenal berbagai penyakit yang mengganggu tumbuh kembang tanaman dalam mencapai produksi buah yang optimal. Penyakit-penyakit tersebut timbul dari inveksi patogen baik dari jenis jamur, nematoda, bakteri maupun virus.

Berikut adalah 3 jenis penyakit yang sering menjangkiti tanaman kopi, tentunya kami juga memberikan cara menanggulanginya. Semoga bermanfaat ya!

1. Bercak Daun Kopi

Penyebab bercak daun adalah cendawan Cercospora coffeicola. Ia memiliki konidium berukuran pendek meski ada pula yang panjang. Bercak daun dapat bukan hanya dapat menyerang daun, melainkan juga buah. Pada daun yang sakit timbul bercak, mula-mula berwarna kuning tapi bercak dikelilingi halo berwarna kuning. Pembusukan pada bagian yang bercak dapat sampai ke biji sehingga dapat menurunkan kualitas. Buah yang terserang bercak ini dalam proses pembuatan kopi luwak biasanya langsung diafkir.

Pengendalian penyakit ini secara kultur teknis dilakukan dengan memberi naungan yang cukup, pemupukan berimbang, dan mengurangi kelembaban kebun melalui pemangkasan dan pengendalian gulma. Sedangkan secara kimiawi, bercak daun dikendalikan melalui penyemprotan dengan Bavistin 50 WP, Cupravit OB 21, Dithane M 45 80 WP, dan Delsene MX 200 sesuai dosis anjuran.

2. Karat daun kopi

Penyakit karat daun disebabkan oleh jamur Hemileia vastatrix. Urediospora H. vastatrixberbentuk seperti ginjal, bagian dorsal seperti beduri, sedangkan bagian ventral rata dan halus. Penyakit karat daun terutama menyerang kopi Arabika yang ditanam pada dataran rendah. Daun kopi yang terserang biasanya timbul bercak yang awalnya berwarna kuning lalu berubah cokelat. Pada sisi bawah permukaan daun yang terserang bercak terdapat tepung berwarna orange dan jingga. Serangan karat daun dapat terjadi pada bibit ataupun pada areal pertanaman kopi.

Penyakit karat daun dapat dikendalikan melalui pengendalian hayati dengan menanam beberapa varietas kopi yang toleran, seperti S 1934, S 795, USDA 62, dan Kartika. Sedangkan secara kultur teknis, penyakit ini dapat dikendalikan dengan cara memperkuat kekebalan tanaman melalui pemupukan, pemangkasan, dan pemberian naungan yang optimal. Sedangkan secara kimia, karat daun dikendalikan melalui penyemprotan fungisida kontak seperti Cupravit OB 21 atau fungisida sistemik seperti Anvil 50 SC, Tilt 250 ES, Bayleton 250 EC, atau Sumiate 2,5 WP dengan dosis sesuai anjuran.

3. Jamur Upas

Penyakit jamur upas disebabkan oleh jamur Corticium salmonicocor. Jamur ini mempunyai basidium yang tersusun paralel pada stadium kortisium. Cabang atau ranting yang terserang biasanya layu mendadak. Serangan dapat dimulai pada cabang yang ada di bawah, tengah ataupun ujung pohon.

Pengendalian penyakit jamur upas dilakukan dengan memotong batang atau cabang yang terserang yang ukurannya masih kecil (diameter < 1 cm) pada 10 cm di bawah pangkal di bagian yang sakit. Potongan-potongan cabang dan batang yang sakit dikumpulkan kemudian dibakar.

Sedangkan apabila batang atau cabang sakit yang ukurannya sudah cukup besar, bagian yang sakit diolesi dengan fungisida Colixin RM atau Copper Sandoz sesuai dosis anjuran. Namun bila serangannya sudah dalam taraf lanjut, batang atau cabang yang terserang sebaiknya dipotong, sisa cabang atau batang yang dipotong dioles dengan fungisida Copper Sandoz atau Colixin RM sesuai dosis anjuran.

Friday, March 27, 2015

Perbanyakan Klonal Kopi Secara Konvensional

Channel Kopi - Tanaman kopi dapat diperbanyak dengan cara generatif menggunakan benih atau biji dan dengan cara vegetative atau klonal. Perbanyakan tanaman kopi secara generatif lebih umum dilakukan karena mudah dalam pelaksaannya dan lebih singkat mencapai umur bibit siap tanam dibandingkan bibit dari perbanyakan klonal. Namun, perbanyakan vegetatif memiliki beberapa keunggulan dibandingkan perbanyakan generatif yaitu memiliki sifat genetik yang sama dengan tanaman tertuanya, mutu hasil yang seragam, memanfaatkan dua sifat unggul batang bawah dan batang atas, dan memiliki umur mulai berbuah (prekositas) lebih awal.

Perbanyakan tanaman kopi secara klonal yang umumnya dilakukan adalah stek dan sambungan. Penyambungan bibit kopi memiliki tujuan untuk memanfaatkan dua sifat unggul dari bibit batang bawah tahan terhadap hama nematode parasit akar, dan sifat unggul dari batang atas yaitu produksi tinggi maupun mutu biji baik. Sedangkan perbanyakan tanaman kopi dengan setek hanya memanfaatkan salah satu sifat unggul.

Penyetekan

Stek merupakan metode perbanyakan klonal yang paling umum digunakan pada tanaman kopi. Bagian tanaman yang digunakan untuk bahan setek yaitu batang semi hardwood dari cabang ortotrop. Stek dikatakan berhasil bila tumbuh akar dari batang cabang yang ditanam.

Media tanam

Media tumbuh untuk penyetekan kopi terdiri atas tanah, pasir, dan pupuk kandang/humus dengan perbandingan 1:1:1 agar dapat menahan lengas tanah cukup lama tetapi aerasi dan drainase baik. Bedengan setek dibuat memangjang dengan ukuran lebar 1,25 m dan panjang 5-10 m, dengan selanjutnta dibuat tutup bedengan/sungkup plastic dengan tinggi 60 cm. Kemudian bedengan setek diberi naungan yang cukup terbuat dari paranet atau dibawah pohon pelindung lamtoro atau jenis pepohonan lainnya yang mampu menurunkan intensitas cahaya hingga 70%.

Teknik penyetekan

Umur entres yang digunakan adalah 3-6 bulan, karena pada umur tersebut bahan yang digunakan cukup baik untuk setek. Pilihlah entres yang masih hijau dan lentur tidak terlalu muda atau tua.Bahan entres yang digunakan adalah dengan ruas nomor 2-4 dari pucuk. Potong bahan etek menjadi satu ruas 6-8 cm sepasang daun yang dikupir, dan untuk bagian pangkal setek dipotong miring satu arah. Bahan stek yang telah disiapkan kemudian ditanam dengan cara menancapkan stek kedalam media tumbuh yang telah disiram.

Jarak tanam stek sekitar 5-10 cm, dan setelah setek tertanam ditutup/disungkup dengan plastik. Setelah stek selesai ditanam dan kemudian media akan tumbuh, maka harus segera disiram kembali. Penyiraman dilakukan 1-2 hari sekali dengan cara membuka salah satu sungkup dan segera ditutup kembali. Setelah umur stek sudah mencapai 3 bulan, maka dilakukan penyesuaian dengan membuka sungkup secara bertahap, dan pada umur sekitar 4 bulan, maka setek dipindahkan ke pembibitan. Bibit stek yang sudah siap ditanam dikebun adalah yang sudah berumur sekitar 7 bulan dipembibitan.

Penyambungan

Penyambungan kopi merupakan usaha menggabungkan dua sifat unggul dari dua individu tanaman kopi. Batang atas diambil dari kopi dengan produkstifitas tinggi, sedangkan batang bawah merupakan klon yang unggul dari segi perakaran. Hal yang paling penting dalam penyambungan adalah penyatuan cambium dari batang atas dan batang bawah.

Berikut adalah proses penyambungan bibit dengan cara yaitu :

- Entres yang digunakan berupa batang semi hardwood yang ditandai dan batang berwarna hijau, tidak terlalu lentur dan tidak terlalu keras.
- Batang bawah berasal dari bibit semai atau bibit yang berasal dari setek yang sudah berakar. Umur batang sekitar 5-6 bulan.Penyambungan dilakukan dengan memotong batang bibit bawah pada ketinggian 15-20 cm dan daun bibit batang bawah disisakan 1-3 pasang.
- Batang bibit bawah yang telah dipotong, kemudian diiris dibagian tengah sepanjang 2-3 cm, untuk tempat penyambungan entres batang atas.
- Kemudian entres batang atas diambil daro kebun entres, dan dipotong satu ruas panjang 7 cm (3cm diatas ruas dan 4 cm dibawah ruas).
- Daun pada entres dihilangkan dan pangkal entres diiris dua sisi membentuk huruf V.
- Menyambungkan entres batang atas ke batang bibit batang bawag dan sambungan diikat dengan tali raffia atau plastik.
- Kemudian sambungan diberik sungkup kantung plastic transoaran, pangkal sungkup diikat agar kelembaban dan penguapan terkendali, serta air tidak akan masuk.
- Lakukan pengamatan hasil sambungan setelah 2 minggu kemudian, lalu sungku dibuka/dilepas jika tunas yang tumbuh cukup besar.
-/Tali ikatan dibuka apabila pertautan telah kokoh dan tali mulai menganggu pertumbuhan batang. (berbagai sumber)