Showing posts with label arabika. Show all posts
Showing posts with label arabika. Show all posts

Monday, May 4, 2015

Ganti Jenis Kopi Untuk Kurangi Sakit Lambung

Channel Kopi - Sejumlah orang berpendapat, perut terasa sakit usai minum secangkir kopi itu karena bahan minuman ini memiliki zat asam. Sementara, mereka tidak merasakan keluhan yang sama ketika konsumsi minuman bersoda. Padahal, minuman soda dalam kaleng juga mengandung asam, meski kadarnya jauh lebih rendah dari kopi. Jadi, bila perut aman-aman saja saat minum minuman soda dalam kaleng, kondisi serupa juga harusnya terjadi saat meminum secangkir kopi.

"Sebetulnya, yang bikin sakit lambung usai minum kopi bukan karena asamnya kopi. Kalau kita melihat dari sisi asam, tingkat keasaman (pH) kopi cuma 5,5 sedangkan minuman soda dalam kaleng sekitar 3,5. Kalau minum soda dalam kaleng aman, berarti minum kopi aman juga, dong?," kata Coffee Expert, Adi Taroepratjeka saat ditemui dalam pameran Nescafe Dolce Gusto di Senayan City, ditulis Rabu (29/4/2015).

Hakikatnya, setiap orang memiliki kemampuan berbeda-beda dalam mencerna kafein. Karena bentuk murni dari kafein adalah racun yang sangat kuat, maka ketika masuk ke dalam tubuh, secara otomatis tubuh melindungi dirinya. Perut terasa sakit setelah mengonsumsi kopi sekaligus penanda kalau kadar kafein di dalam tubuh sudah cukup.

"Dengan sakit perut, badan secara otomatis memberi tanda dirinya sendiri, kalau kadar kafein sudah mencukupi. Sebab, kalau sekadar jantung berdegup dan lain-lain, disangkanya karena ada yang cakep-cakep lewat di depannya, bukan karena kopinya," Adi menambahkan sambil berseloroh.

Adi melanjutkan, bagi mereka yang memiliki masalah pencernaan usai minum segelas kopi, disarankan mengganti kopi robusta (biasa ditemukan di kopi instan) ke arabika. Sebab, kadar kafein robusta dua kali lipat dari torabika. 

"Contohnya kalau di Nescafe Dolce Gusto ada yang namanya Lungo, 100 persen arabika," kata Adi. Setelah itu, cobalah cari kopi arabikaspesialty, di mana tingkat kecacatannya jauh lebih sedikit.

"Maksud dari kadar kecacatan itu begini, kopi pada dasarnya adalah buah. Apabila kita makan buah yang belum terlalu matang atau buah yang sedikit busuk, tentu tubuh protes, `kan? Nah, di kopi specialty ini cacatnya itu hampir tidak ada," kata Adi meyakinkan.

Friday, September 5, 2014

Amerika Serikat, Tujuan Terbesar Ekspor Kopi Gayo

Amerika Serikat merupakan tujuan ekspor terbesar kopi gayo dari Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh.

"Aceh Tengah merupakan salah satu pengekspor kopi arabika terbesar terutama ke Amerika Serikat yang mencapai 3,15 juta Kg dari 3,42 juta Kg total ekspor sepanjang Januari hingga Juni 2014," kata AsistenI Pemkab Aceh Tengah Muhammad Syukri di Jakarta, Rabu (3/9).

Hal itu disampaikan Syukri disela-sela pameran kopi Gayo dan batu giok Aceh pada acara Didong Senayan 2 di gedung Nusantara V kompleks DPR MPR RI Jakarta.

Selain ke AS, ekspor kopi arabika Gayo juga menembus pasar Kanada mencapai 152.400 kg disusul Jerman sebanyak 56.400 kg, Swedia sebesar 19.200 kg, Irlandia 18.000 kg, Selandia Baru 18.000 kg dan Belanda sebanyak 300 kg.

"Permintaan ekspor kopi selalu tinggi bahkan malah tidak cukup, mereka meminta yang kualitas 'Specialty' dan yang grade satu serta grade dua," kata Syukri.

Kopi yang diekspor masih dalam bentuk biji mentah (green bean) yang memiliki kriteria dalam 300 gram kopi yang cacat tidak boleh lebih dari 11 nilainya.

Kabupaten Aceh Tengah adalah salah satu daerah sentra produksi kopi jenis arabika dengan luas lahan sekitar 48 ribu hektare dengan produksi rata-rata mencapai 25 ribu ton per tahun.

Sebagian besar penduduk Aceh Tengah menggantungkan hidup dari bertani kopi yaitu mencapai 36 ribu kepala keluarga atau 80,18 persen dari total penduduk Aceh Tengah yang berjumlah 214 ribu jiwa.